Lihat benda ini. Benda ini sangat berkilau, jernih dan lembut. Banyak orang mengira ini adalah batu giok.
Tapi tahukah kamu? Batu giok ini keluar bersama seorang bayi dari perut ibunya.
Sebut saja nyonya Zhou (nama samaran), ibu yang melahirkan bayi ini. Awalnya, ia juga tidak mengira bahwa anaknya akan terlahir bersama dengan batu giok.
Jadi, dari manakah asal batu giok yang berada di dalam perut nyonya Zhou?
Ini adalah anak pertama dari nyonya Zhou dan suaminya. Sewaktu pemeriksaan kehamilan semuanya baik-baik saja. Begitu saat akan melahirkan, karena janin sangat lemah sehingga nyonya Zhou memutuskan untuk melahirkan lewat proses operasi sesar.
Pan Yuxia, ahli bidan yang menangani proses kelahiran bayi ini bercerita, dia baru saja bersiap untuk makan siang, tiba-tiba telepon berbunyi dari ruang gawat darurat yang mengatakan ada pasien yang harus segera di operasi sesar.
Ia pun segera bergegas ke ruang operasi. Dan disana semuanya sudah siap untuk melaksanakan operasi sesar.
Saat perut nyonya Zhou dibuka, tiba-tiba ada sebuah bola bening yang sangat jernih dan berkilau keluar dari dalam.
Semuanya langsung memperhatikan bola tersebut, tidak ada yang tidak normal, kemudian dokter meneruskan operasinya, akhirnya seorang bayi perempuan imut lahir dengan berat 2,8 kg.
Setelah operasi selesai, ahli medis segera membersihkan bola tersebut. Setelah dibersihkan bola itu tampak seperti batu giok utuh dengan lebar antara 4-5 cm dan sebesar 0,5 cm. Ukurannya sangat pas sebesar telapak tangan bayinya. Permukaan luar nya sangat halus dan transparan.
Ternyata ini adalah peritoneal loose body (PLB)
Seorang perawat mengunggah foto giok ini ke media sosialnya yang menarik rasa penasaran bagi orang-orang yang melihatnya.
Orang yang melihat langsung meyakini bola yang seperti batu giok itu adalah peritoneal loose body.
Peritoneal loose body dapat terbentuk karena adanya pembengkakan di dalam rongga perut yang menyebabkan suplai darah ke dalam rongga perut tidak lancar. Benda ini kemungkinan terbuat dari bagian kecil lemak yang terpisah dari tempatnya di usus. Seiring waktu lemak itu mengeras dan terus membesar. Biasanya berwarna putih dengan permukaan yang mengkilap.
Dalam dunia kedokteran, PLB berbentuk seperti telur berwarna putih dan permukaannya mengkilap. Teksturnya fleksibel seperti karet. Umumnya benda dapat terlihat dengan uji CT scan. Namun, kejadian ini sangat jarang terjadi dan juga tidak dapat dihindari.
Perlu disebutkan bahwa, karena adanya gaya gravitasi, posisi PLB bisa berubah sewaktu-waktu. Entah karena kita bernafas, berolahraga atau bergerak. Karena tidak ada saraf di sekitarnya, maka PLB ini ikut terlepas ketika ibu ini melahirkan.
Biasanya ukuran PLB di tubuh hanya sebesar biji kurma china, pasien tidak akan merasakan sakit apapun dan itu tidak akan mengganggu kehidupan sehari-hari. Tapi benda ini bisa terus tumbuh dan mengganggu saraf, pembuluh darah atau organ sekitarnya.
Saat ini di dunia ada sekitar lebih dari 10 kasus ditemukan adanya PLB sebesar 5 cm. Namun, secara keseluruhan kejadian ini masih jarang terjadi.
Sumber: how
Sumber : BeritaSemasa